Malam 23 Ramadhan (12-13/09) adalah puncak kegiatan Ihya’ Lailatul Qadar di YAPI Bangil. Tak heran jika malam ini jumlah hadirin pun melonjak dibanding malam-malam sebelumnya. Sejak pukul 22.00 WIB, Mushollah Nur Fatimah – YAPI Putri sudah tampak dipenuhi ratusan hadirin. Musholla yang tersekat untuk Laki-laki dan wanita itu terlihat sudah penuh, bahkan hadirin meluber sampai diluar.
Setelah membaca ayat-ayat Al-Qur’an, dilanjutkan dengan ceramah agama oleh Ust. Muhammad bin Alwi. Beliau menggugah pendengar akan makna kalimat Tauhid “Laa Ilaaha Illa Allah”. Menurut beliau, pemahaman dan pengakuan akan ke-Esa-an Allah adalah misi pertama setiap Nabi yang diutus.
Beliau juga mengutip berbagai cerita sejarah yang membuktikan bahwa sesungguhnya kalimat Tauhid tersebut jika benar-benar merasuk dalam hati seorang hamba akan menjadi sebuah kekuatan yang dahsyat. Menyitir kisa Sumayyah, Ibunda Ammar ra. yang berani menghadapi manusia sekeji Abu Lahab dan tetap mempertahankan keimanannya meskipun ia tahu resikonya adalah menemui ajal.
Makna Tauhid ini harus dipegang dan di-nomor satu-kan oleh setiap Muslim, diatas kepentingan pribadi dan golongan. Beliau juga mengajak untuk kembali memeriksa diri masing-masing, sejauh mana Tauhid itu ada dalam kehidupan kita. Pada akhirnya, beliau mengingatkan bahwa malam 23 yang mulia ini adalah malam yang sangat tepat untuk mengakui segenap dosa di hadapan Allah dan memohon ampun atasnya.
Saat jedah acara diadakan pengumpulan dana untuk saudara-saudara korban gempa bumi di Jawa Barat sebagai wujud solidaritas terutama di bulan suci ini. Kemudian pada pukul 01.00 acara dilanjutkan dengan pembacaan do’a-do’a yang dianjurkan. Dipandu oleh Alawy, santri Hauzah Imam Ja’far Shadiq as. – YAPI Putra, dengan suara yang merdu dan kutipan syair indah yang membius seluruh hadirin larut dalam tangisan. Ketika lantunan permohonan ampun terdengar, suara isak tangis seakan menjadi irama menguak kesunyian malam ini.
Acara berakhir pukul 03.00 WIB dengan sahur bersama. Bedasarkan pengamatan panitia, tahun ini acara Ihya’ Lailatul Qadar secara umum lebih meriah dari tahun sebelumnya. Setidaknya jumlah hadirin bisa menjadi tolak ukur yang pertama. Tak luput juga ucapan terima kash disampaikan kepada segenap pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Semoga Allah memberi kesempatan untuk masuk di Lailatul Qadar tahun depan...
| Comments |
|













sholawat serta salam tetap tercurah k...
assalamamulaikum ................alla...
Secara ideal, sekolah adalah rumah ke...
alhamdulillah..... salawat.... kpd...
kami sangat b\'terima ksih banyk ...